Kamis, 04 Maret 2010

petuah bijak

Sebutan-sebutan untuk seorang perempuan yang memiliki anak atau dalam pendevinisian yang lain tetap dalam makna yang sama. “ Simbok, Emak, biyung, bunda atau sebutan yang lain adalah perempuan yang selama ini sangat berperan besar dalam ikut serta membangun dunia saat ini. Dunia saat ini tidak lepas dari sosok seorang ibu yang berjasa dalam mengasuh anaknya saat masih kandungan sampai menemani sang jabang bayinya meniti jembatan hidup.

Harapan-harapan seorang ibu terhadap anaknya lukisan dalam sentuhan-sentuhan kasih sayangnya yang tidak akan pernah putus. Banyak yang melupakan terhadap dorongan magis kejiwaan yang sangat kuat dari seorang ibu kepada putra-putrinya. Sosok film Naga Bonar pertama menggambarkan meskipun dalam keadaan perang tapi masih mengutamakan ibunya. Suatu dualisme yang sangat bertentangan antara kepentingan membela negara dan berbakti kepada ibunya. Ada benarnya peribahasa “ Kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah”.

Perayaan setiap tanggal 22 Desember sebagai hari yang tepat untuk kita refleksikan bersama. Seberapa jauh perayaan itu dimaknai kembali sebagai penghormatan kepada kaum ibu ( perempuan ). Kian hari sosok ibu semakin berat dalam menanggung beban hidup keluarga. Kerap kali justru sosok ibu yang menjadi tulang punggung keluarga. Ibu sebagai seorang perempuan semestinya sudah lelah dalam menanggung itu semua. Tapi bagaimana kita lihat bersama perempuan-perempuan membantu suaminya mencari nafkah untuk keluarga, bekerja membanting tulang bercucur keringat hanya untuk satu kata “ keluarga “

Ditepi-tepi jalan, diemperan toko, pabrik, pasar, sosok ibu tidak pernah lepas dari kebudayaan masyarakat ekonomi yang lemah. Karena mereka melawan akan kerasnya kehidupan. Namun kerap kali bahkan sering kali mereka terpinggirkan oleh peraturan dan kebijakan yang tidak memanusiakan kaum perempuan. Peringatan-peringatan hari ibu bukan hanya sebagai sebuah formalitas belaka tapi bagaimana mereka bisa melahrikan generasi-generasi baru yang sehat, cerdas, dan berani untuk mengubah dunia.

Maxim Gorgi menceritakan dalam Novelnya bagaimana seorang ibu menemani anaknya bersama teman-temannya dalam memperjuangkan masyarakat menentang pemerintahan yang bertindak anarkis dan semena-mena terhadap rakyat. Sang ibu begitu dengan ketulusan hatinya dan dengan segenap getir darahnya rela menjadi sebagai bagian dari perjuangan anaknya. Kebesaran dan kekuatan jiwanya tidak akan pernah tergantikan oleh apapun. Ibu adalah sebuah bagian yang penting dalam membangun dunia yang damai dan indah. Ketika perhatian terhadap seorang ibu berkurang maka dunia ini ikut melemah dengan tidak mengindahkan petuah-petuah bijak dari seorang ibu. Padamu ibu segala harapan kami sebagai seorang anak bergantung. Dengan kasih sayangmu yang tulus semoga dunia semakin indah dan damai.

0 komentar:

Posting Komentar

masukin kritik ide dan sarn nya dunk thaks ya sebelum nya !

 

Free Blog Templates

Powered By Blogger

Blog Tricks

Powered By Blogger

Easy Blog Tricks

Powered By Blogger

Great Morning ©  Copyright by CAHAYA KEABADIAN | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks